Fyi, pelangi adalah gejala optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna saling sejajar yang tampak di langit atau medium lainnya. Di langit, pelangi tampak sebagai busur cahaya dengan ujungnya mengarah pada horizon pada saat hujan ringan. Pelangi juga dapat dilihat di sekitar air terjun yang deras.
Ternyata, pelangi punya beberapa macam jenis, tergantung bentuk dan warnanya. :D
1. Classic Rainbows
Jenis pelangi yang paling sering kita liat nih. :D Terdiri dari beberapa warna, yaitu merah, oranye, kuning, hijau, biru, dan ungu. Intensitas warna masing-masingnya tergantung dari berbagai kondisi atmosfer dan waktu.
2. Circular Rainbows
Pelangi ini bener-bener kelihatan seperti busur lingkaran sempurna, dengan radius tepat 42 derajat (menurut Descartes).
3. Secondary Rainbows
Pelangi primer, yang kemudian diikuti pelangi sekunder. Pelangi sekunder ini biasanya lebih tipis dan rebut daripada pelangi primernya. Pelangi sekunder mempunyai karakteristik tertentu, yaitu spektrum ditampilkan dalam urutan terbalik dari pelangi primer. Kalo nggak salah beberapa minggu yang lalu aku baca koran, pelangi jenis ini sempet terjadi di Indonesia, tapi aku lupa di daerah mana. :D
4. Red Rainbows
Red rainbows biasanya terlihat saat fajar atau senja saat ketebalan filter atmosfer bumi menjadi biru, terlihat lebih merah, atau seperti tetesan cahaya oranye mencerminkan dan membiaskan air. Hasilnya adalah pelangi dengan ujung spektrum berwarna merah.
5. Sundogs
Sundogs paling sering terlihat rendah di langit di hari musim dingin yang cerah. Sundogs terjadi ketika matahari bersinar melalui kristal es yang tinggi di atmosfer. Sundogs berwarna merah di bagian dalam dan ungu di bagian luar dengan sisa spektrum yang ramai di antaranya. Semakin tebal konsentrasi kristal es di udara, semakin tebal pula strukturnya.
6. Fogbows
Fogbows lebih jarang terlihat daripada pelangi biasa, karena dibutuhkan parameter tertentu yang sesuai untuk menciptakan mereka. Misalnya, sumber cahaya harus berada di belakang pengamat dan membumi. Juga, kabut di belakang pengamat harus tipis sehingga sinar matahari dapat bersinar melalui kabut tebal di depannya.
7. Waterfall Rainbows
Kabut air terjun bercampur ke dalam aliran udara konstan atmosfer terus menerus, terlepas dari cuaca. Hasilnya keren. :D
8. Fire Rainbows
Pelangi dari api? Bukan lah. -_- Bentuknya emang mirip kayak api, tapi nggak mirip-mirip amat *nah loh*. Nama aslinya adalah circumhorizontal arc. Fenomena alam ini hanya dapat dilihat dalam kondisi spesifik tertentu: awan cirrus yang bertindak seperti prisma harus setidaknya berada di ketinggian 20.000 kaki dan matahari harus menyorot ketika mereka berada di ketinggian 58-68 derajat. Pelangi ini tidak pernah terlihat di lokasi lebih dari 55 derajat utara atau selatan.
9. Moonbows
Moonbows adalah mitra untuk pelangi lunar. Pelangi jenis ini jauh lebih sulit dilihat karena terjadi pada saat hujan badai. Nggak mungkin kan kita nekat keluar rumah pas hujan badai demi liat moonbows, kecuali kalo emang bener-bener niat. -__- Dan juga lebih ideal kalo ada bulan purnama yang terang dan nggak tertutup oleh awan.
Ternyata banyak banget jenis pelangi yang bahkan separonya aja kita belum pernah liat. -__-
Tiba-tiba keinget sama suatu kalimat *aku lupa dapet dari mana :p* yang bunyinya "There will be a rainbow after the hurricane". Akan ada pelangi setelah badai. Intinya setelah kita ngalamin kesusahan, penderitaan panjang yang keliatannya nggak ada ujungnya, pasti kita bakal ngedapetin kebahagiaan dan kemudahan dalam hidup. :D amiin. *aslinya nggak nyambung sama artikelnya, biar wes tapi -_-*
Ini cuma sedikit info tentang pelangi. Mungkin masih banyak sebenernya yang masih belum kita dan para peneliti ketahui. Ilmu kita terbatas nggak mungkin melampaui Sang Pencipta. :)
xoxo,
nind :D
Source: terselubung.blogspot.com














Tidak ada komentar:
Posting Komentar